3 Fungsi Utama Search Engine Yang Wajib Anda Ketahui

3 Fungsi Utama Search Engine Yang Wajib Anda Ketahui

Siapa yang tidak tahu Google? Pasti semua sudah tahu dan pernah menggunakan Google. Ya, Google merupakan search engine yang paling populer saat ini. Namun, tahukah Anda apa fungsi utama search engine seperti Google?

Pada artikel ini saya akan membahas secara khusus mengenai fungsi utama search engine seperti Google, Bing dan kawan-kawannya.

Search engine merupakan alat bantu untuk mencari informasi di Internet. Dengan bantuan search engine, Anda bisa menemukan berbagai informasi dengan mudah hanya bermodalkan kata kunci saja.

Google bukanlah satu-satunya search engine. Masih banyak search engine lain yang mempunyai fungsi sama dengan Google. Contohnya saja, Bing, Yandex, Baidu dan Ask. Jadi jangan takut kalau misalnya tiba-tiba Google tidak bisa diakses. Anda masih bisa menggunakan search engine lain.

Setiap search engine mempunyai algoritma pencarian yang berbeda-beda dan biasanya itu bersifat rahasia. Tidak ada yang tahu dengan pasti algoritma tersebut, kecuali orang-orang yang bekerja untuk mengembangkan search engine tersebut.

Meskipun algoritma pencarian yang dipakai oleh search engine berbeda-beda, namun secara umum masing-masing search engine memiliki fungsi yang sama. Ada tiga fungsi utama dari search engine yaitu sebagai berikut:

  • Crawl – Menjelajahi Internet untuk mencari konten berdasarkan URL yang mereka temukan.
  • Index – Menyimpan dan mengatur konten yang ditemukan selama proses crawling.
  • Rank – Menjawab permintaan pencarian dengan mengurutkan konten mulai dari yang paling relevan hingga yang kurang relevan.

Ingin tahu detailnya bagaimana? Baca terus pembahasannya di artikel ini!

Search Engine Crawling

search engine crawling

Crawling adalah proses pencarian konten yang dilakukan oleh search engine untuk menemukan konten baru maupun memperbarui konten yang sudah tersimpan cukup lama di database search engine.

Yang dimaksud dengan konten di sini bermacam-macam. Bisa berupa halaman website, gambar, video, audio, dokumen PDF dan sebagainya.

Bagaimana cara search engine melakukan pencarian konten?

Caranya yaitu dengan mengirimkan robot pencari yang disebut dengan istilah crawler atau spider. Jangan membayangkan robot seperti di film-film ya. Robot di sini wujudnya adalah perangkat lunak dan cara kerjanya seperti laba-laba sehingga disebut juga dengan istilah spider.

Setiap search engine mempunyai crawler sendiri-sendiri dan biasanya dinamai sesuai dengan nama search engine tersebut, misalnya saja:

Proses pencarian konten dimulai dengan mengambil halaman website dari hasil pencarian sebelumnya atau dari sitemap yang disediakan oleh pemilik website. Dari situ crawler akan menelusuri link-link yang ada di halaman tersebut satu persatu untuk menemukan konten baru. Selanjutnya konten tersebut akan disimpan di dalam database search engine.

Kapan pencarian konten tersebut akan berhenti?

Kemungkinan proses pencarian konten tersebut akan berhenti kecil sekali. Karena setiap menemukan konten baru, crawler pasti akan segera menelusuri link-link lain yang tersebar di konten tersebut. Jadi proses tersebut akan terus berulang tanpa henti.

Crawler tidak hanya bertugas untuk mencari konten baru. Dia juga akan mengunjungi konten yang sudah pernah dijelajahinya untuk memastikan apakah ada perubahan pada konten tersebut atau tidak.

Apalagi kalau konten itu merupakan konten yang penting dan banyak pengunjungnya, crawler dipastikan akan sering melakukan kunjungan ulang secara rutin ke sana.

Search Engine Index

search engine index

Search engine memproses dan menyimpan informasi yang mereka temukan dalam sebuah database besar yang disebut dengan istilah indeks. Database tersebut berisi semua konten yang mereka temukan dan dianggap cukup baik untuk ditampilkan di halaman hasil pencarian.

Namun demikian search engine tidak serta merta menyimpan semua konten yang ada di Internet. Ia akan menentukan halaman mana yang perlu crawling, berdasarkan jumlah halaman lain yang menaruh link ke halaman tersebut dan jumlah pengunjung ke sana.

Jadi, apabila suatu halaman muncul di banyak halaman lain dan mendapatkan pengunjung yang tak sedikit, kemungkinan besar halaman itu memang penting.

Halaman penting ini biasanya berisi konten atau informasi yang dibutuhkan oleh banyak orang, sehingga search engine pasti akan memasukkannya ke indeks agar orang-orang lebih mudah mengaksesnya.

Untuk mengecek apakah website Anda sudah terindeks atau belum, Anda bisa mengetikkan perintah seperti contoh di bawah ini pada search engine:

site:google.com

Nah, jika website Anda muncul di halaman hasil pencarian maka itu artinya website Anda sudah terindeks oleh search engine. Dengan kata lain crawler sudah pernah mengunjungi website Anda dan menjelajahi link-link yang ada di sana.

Namun jika sebaliknya, website Anda tidak muncul di halaman hasil pencarian maka artinya website Anda belum terindeks oleh search engine. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Bisa karena crawler terblokir ketika akan mengindeks website Anda, dibanned oleh search engine atau ada sebab lain.

Search Engine Rank

search engine rank

Ketika seseorang melakukan pencarian, search engine akan memeriksa indeks atau database untuk mencari konten yang paling relevan dengan kata kunci yang digunakan. Selanjutnya search engine akan mengurutkan hasil pencarian sesuai dengan tingkat relevansinya dan menampilkannya di halaman hasil pencarian.

Urutan hasil pencarian berdasarkan relevansi ini dikenal dengan istilah peringkat atau Rank. Secara umum, Anda dapat mengasumsikan bahwa semakin tinggi peringkat suatu website, semakin relevan search engine tersebut meyakini bahwa website tersebut sesuai dengan apa yang dicari orang tersebut.

Bagaimana cara search engine menentukan peringkat suatu website?

Setiap search engine biasanya mempunyai algoritma yang berbeda-beda dalam menentukan peringkat website. Oleh karena itu tidak perlu heran jika halaman website Anda muncul di halaman pertama Google namun muncul di halaman kedua Bing atau yang lainnya.

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi peringkat halaman website di search engine, yaitu antara lain:

  • Kecepatan website
  • Trafik / jumlah pengunjung website
  • Faktor keamanan website (SSL atau HTTPS)
  • Kualitas konten
  • Penggunaan keyword (kata kunci)
  • Jumlah backlink
  • Jumlah kata / panjang konten
  • Optimasi website versi mobile
  • Sosial branding

Penutup

Setelah mengetahui apa fungsi utama search engine dan cara kerjanya, tentu Anda ingin agar website Anda mudah ditemukan pengunjung lewat search engine bukan? Nah, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu pastikan bahwa crawler bisa mengindeks konten website Anda dengan baik.

Caranya gampang yaitu dengan melakukan optimasi website, baik itu dari sisi desain, kecepatan website, kualitas konten, responsivitas website maupun keamanan website.

Wahyu Wibowo

Penulis adalah WordPress developer yang tinggal di Yogyakarta.

Leave a Reply